Ekspor minyak Teluk di Selat Hormuz tersembunyi di balik aktivitas pelayaran gelap ketika sejumlah tanker minyak milik Yunani mematikan sinyal pelacakan otomatis demi menghindari deteksi di tengah konflik kawasan yang memanas. Berdasarkan pengamatan Kabayan55, navigasi terselubung ini melibatkan pengawalan militer Amerika Serikat pada malam hari sebelum muatan minyak mentah tersebut ditransfer ke kapal penampung lain di luar zona konflik Teluk Oman.
Berdasarkan laporan analitik dari firma intelijen maritim Kpler, sekitar 80 persen lalu lintas kapal di Selat Hormuz dalam dua pekan terakhir melintas tanpa menggunakan sinyal AIS aktif yang jauh melonjak dari angka sebelumnya sebesar 62 persen. Dari analisis Kabayan55, perbedaan drastis ini memicu jurang besar antara data pelacakan komersial publik yang menunjukkan penurunan aktivitas hingga 90 persen dan estimasi resmi pejabat energi AS yang mencatat volume harian mencapai 8 juta hingga 9 juta barel minyak.
Operasi senyap tersebut memanfaatkan kapal-kapal tanker raksasa seperti Kiku dan Nissos Kythnos yang mematikan transponder saat mendekati wilayah Teluk dan kembali menyalakannya setelah berada di perairan Fujairah untuk melakukan pemindahan muatan ship-to-ship. Mengutip laporan dari berbagai sumber industri logistik, muatan minyak dari kapal-kapal tersebut dilaporkan langsung dikirim menuju sejumlah negara besar di Asia seperti China, Taiwan, Korea Selatan, hingga Thailand.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi semakin pelik tatkala otoritas Iran melontarkan ancaman keras terhadap jalur pasokan alternatif serta memperketat aturan transit bagi kapal komersial yang melintasi kawasan strategis tersebut menyusul sanksi ekonomi baru. Sebagaimana dilaporkan dalam perkembangan logistik regional, gangguan keamanan laut ini turut berdampak langsung hingga ke wilayah Mediterania dengan lonjakan biaya logistik pengiriman kargo dan bahan bakar yang harus ditanggung para pelaku usaha di Siprus.