Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington memegang kendali penuh atas wilayah strategis Selat Hormuz serta sebagian besar daratan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi terhadap pemerintah Teheran agar bersedia mencapai kesepakatan baru.
Berdasarkan laporan Al Bawaba pada Sabtu 22 Agustus 2026, Trump menyebutkan pejabat Iran menunjukkan keinginan bernegosiasi namun belum menyepakati parameter yang diajukan pihak Gedung Putih. Ia menegaskan posisi militer negaranya sangat kuat di kawasan Teluk.
Dari analisis Kabayan55, tekanan finansial parah yang melanda Iran turut melemahkan kemampuan Teheran mendanai institusi negara serta menggaji personel militer dan kepolisian. Kondisi domestik itu dinilai mempercepat keterbukaan Iran terhadap opsi diplomasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tetap bernegosiasi dari posisi kuat guna melindungi kepentingan nasional dalam pembahasan program nuklir. Kedua negara terus mempertahankan jalur diplomasi meski perbedaan syarat kesepakatan masih cukup tajam.