Pemerintah Amerika Serikat resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada Senin, 24 Agustus 2026, guna membuka hambatan investasi serta mempercepat pemulihan ekonomi di negara tersebut.
Sekretaris Negara Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa langkah tersebut diambil setelah berakhirnya masa pemberitahuan kongres selama 45 hari pasca konfirmasi penghentian dukungan terorisme.
Presiden Donald Trump sebelumnya memulai hitung mundur kebijakan ini pada Juli 2026 setelah menilai pemerintahan baru Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa telah berkomitmen penuh menjauhkan diri dari aksi terorisme internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRubio menambahkan bahwa keputusan ini mencerminkan langkah bersejarah dari pemerintahan Trump untuk memberikan jalan kemakmuran bagi rakyat Suriah setelah melalui konflik panjang selama hampir 14 tahun.
Pencabutan Sanksi Buka Peluang Investasi Global
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani menyebutkan bahwa pencabutan status tersebut akan membantu memulihkan hubungan Suriah dengan sistem keuangan global serta menarik minat para investor asing.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent turut menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan keringanan sanksi yang mendukung stabilitas politik dan ekonomi.
Gubernur Bank Sentral Suriah menilai keputusan ini sebagai pencapaian penting yang mengembalikan posisi negara tersebut ke dalam sistem ekonomi global secara wajar dan berkelanjutan.
Dengan penghapusan status tersebut, saat ini hanya tersisa Kuba, Iran, dan North Korea yang masih berada dalam daftar negara sponsor terorisme oleh Amerika Serikat.