Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Survei Otomotif Ungkap Fenomena...
EKONOMI

Survei Otomotif Ungkap Fenomena Pengemudi Matikan Fitur Keselamatan

By Asep Firdaus 2 min read 24 Agustus 2026
Interior mobil modern dengan sistem teknologi canggih dan layar digital

Interior mobil modern dengan sistem teknologi canggih dan layar digital

Dunia otomotif global mencatat perkembangan menarik setelah sebuah survei komprehensif di Inggris mengungkapkan bahwa sekitar 21,3 persen pengemudi secara aktif memilih untuk tidak menggunakan fitur Automatic Emergency Braking (AEB) pada kendaraan mereka. Riset yang ditugaskan oleh grup diler asal Inggris, Dick Lovett, dan dilaksanakan oleh lembaga Censuswide selama musim panas 2026 ini melibatkan 1.350 pengemudi di seluruh Britania Raya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fenomena ini menyoroti jurang pemisah yang substansial antara teknologi canggih yang dipasang oleh produsen mobil dan fitur yang benar-benar diinginkan serta digunakan oleh konsumen sehari-hari. Sementara teknologi sederhana seperti konektivitas Bluetooth dan kamera mundur mendominasi tingkat kepuasan, sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) justru kerap diabaikan atau sengaja dimatikan.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari data riset tersebut, para pengemudi kerap merasa bahwa beberapa sistem bantuan keselamatan bertindak terlalu agresif atau mengganggu kenyamanan berkendara. Situasi ini mempertegas bahwa pabrikan otomotif menghadapi tantangan taktis yang krusial terkait aspek kegunaan produk, bukan sekadar menjejalkan teknologi rumit ke dalam kabin kendaraan modern.

Penting untuk digarisbawahi bahwa penolakan tertinggi tercatat pada fitur Adaptive Cruise Control, di mana 25,9 persen pemilik kendaraan mengaku sengaja tidak menggunakannya sementara 7 persen lainnya bahkan tidak mengetahui cara mengoperasikannya. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kurangnya edukasi dan sosialisasi dari diler menjadi akar permasalahan yang mendalam.

Tantangan Edukasi Konsumen dan Masa Depan ADAS

Kabayan55 mencermati bahwa kelompok ahli otomotif seperti Alex Lee dari Dick Lovett secara konsisten menggarisbawahi pentingnya edukasi bagi pemilik kendaraan seiring dengan semakin kompleksnya teknologi otomotif saat ini. Penguasaan fungsi sistem secara tepat dinilai esensial untuk meningkatkan nilai guna kendaraan sekaligus menjaga standar keselamatan di jalan raya.

Merujuk pada fakta di lapangan, fitur keselamatan seperti AEB dan lane-keeping assistance direkayasa khusus untuk merespons situasi darurat ketika reaksi manusia terlampau lambat. Oleh karena itu, tindakan pengemudi yang menonaktifkan lapisan perlindungan tersebut berisiko meningkatkan potensi kecelakaan fatal secara signifikan.

Meskipun demikian, para pengamat menilai bahwa produsen mobil harus mengambil langkah proaktif untuk merancang antarmuka yang lebih intuitif agar tidak memicu frustrasi pengemudi. Perusahaan harus mampu membangun kepercayaan konsumen terhadap sistem otomatisasi sebelum mengharapkan adopsi massal yang konsisten di berbagai segmen usia.

Situasi ini mengindikasikan bahwa pertempuran antara inovasi teknologi dan kenyamanan pengguna akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Pendekatan edukatif yang komprehensif dari industri otomotif akan menjadi penentu utama dalam mengubah persepsi publik terhadap fitur keselamatan masa depan.

Topics
keselamatan berkendara adas automatic emergency braking industri otomotif teknologi mobil dick lovett survei inggris
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.