Berdasarkan laporan El Cronista, mencari instrumen investasi di Argentina yang mampu mengalahkan laju inflasi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Di tengah suku bunga konvensional yang kerap tertinggal dari kenaikan harga, instrumen plazo fijo UVA justru muncul sebagai andalan utama untuk melindungi nilai aset.
Sebagaimana diwartakan oleh media tersebut, data dari Bank Sentral Argentina atau BCRA menunjukkan bahwa total simpanan dalam bentuk plazo fijo UVA mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun ini. Instrumen ini dinilai efektif karena menggunakan mekanisme penyesuaian modal berbasis indeks inflasi atau Coeficiente de Estabilización de Referencia.
Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa instrumen ini memiliki kelemahan berupa rendahnya tingkat likuiditas karena dana harus dikunci dalam jangka waktu minimal 90 hari. "Keuntungan utamanya adalah kemampuan menjaga daya beli, namun investor harus siap dengan konsekuensi tidak dapat mencairkan dana sewaktu-waktu," ujar Nicolás Parreira selaku penasihat keuangan sebagaimana dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai alternatif bagi investor yang menginginkan fleksibilitas lebih tinggi, pengamat menyarankan diversifikasi ke dalam reksa dana pendapatan tetap. Langkah ini dinilai dapat menyeimbangkan portofolio antara instrumen berbunga tetap dan aset yang terlindungi dari inflasi.