Sebagaimana diwartakan oleh La República, Kementerian Ekonomi dan Finansial (MEF) akhirnya menyetujui kucuran dana sebesar S/6,5 juta dari pos cadangan kontinjensi guna menuntaskan proses konsultasi demarkasi wilayah yang sempat tertunda.
Berdasarkan laporan media setempat, langkah penyelamatan anggaran ini diambil setelah Jurado Nacional de Elecciones (JNE) dan Registro Nacional de Identificación y Estado Civil (Reniec) memperingatkan bahwa ketiadaan dana mengancam jadwal krusial lima agenda konsultasi penting.
Akibat kendala pendanaan tersebut, agenda awal yang mulanya dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus terpaksa digeser ke pertengahan September demi memastikan kesiapan logistik serta pemutakhiran data pemilih yang akurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan resmi, sebagian besar alokasi dana segar tersebut atau sekitar 90,4 persennya akan difokuskan untuk pembiayaan pengadaan barang serta jasa operasional pendukung di lapangan.
Lebih lanjut, pihak pemerintah menegaskan bahwa pemanfaatan dana cadangan kontinjensi ini telah diatur secara legal dalam undang-undang anggaran guna mengantisipasi kebutuhan mendesak yang belum terakomodasi sebelumnya.
Dengan adanya kepastian suntikan anggaran ini, JNE dan Reniec kini dapat kembali melanjutkan rangkaian tahapan persiapan hingga pelaksanaan konsultasi wilayah yang dijadwalkan tuntas pada tahun depan.