Pemerintah Kota Bandung memasang target ambisius dalam penyelenggaraan Bandung Great Sale 2026 yang berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus 2026. Ajang belanja akbar tersebut diproyeksikan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga mencapai angka Rp1,5 miliar hanya dalam kurun waktu tiga hari.
Berdasarkan laporan media, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa keberhasilan acara ini tidak sekadar diukur dari ramainya pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan. Pihaknya kini tengah menghitung total transaksi riil dengan menunggu data akurat dari Bank bjb untuk mengetahui dampak ekonomi secara menyeluruh.
Menurut Farhan, target perputaran uang tersebut diharapkan dapat tercapai berkat tingginya aktivitas belanja masyarakat di berbagai mal dan pusat perbelanjaan yang turut berpartisipasi. Terlebih lagi, konsep perhelatan tahun ini dinilai jauh lebih segar karena melibatkan berbagai komunitas kreatif serta pelaku kuliner lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelibatan lintas sektor ini dirancang agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pengusaha besar dengan merek ternama saja. Ruang transaksi yang luas juga diberikan kepada para pelaku usaha kuliner dan komunitas agar roda perekonomian bergerak lebih masif di tengah masyarakat.
Sebagaimana diwartakan, konsep baru Bandung Great Sale ini dinilai sangat efektif untuk mengubah fungsi ajang promosi biasa menjadi ruang produktif bagi para pelaku usaha. Pemerintah berharap momentum ini mampu mendongkrak kesejahteraan serta memberikan stimulan positif bagi sektor perdagangan di Kota Kembang.