Sebagaimana diwartakan oleh media keuangan El Cronista, Otoritas Moneter atau Banco Central akan segera menerapkan mekanisme anyar guna mengatasi lonjakan kredit macet. Kebijakan ini memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk melakukan pemotongan saldo secara langsung dari rekening nasabah yang mengalami penunggakan cicilan pinjaman.
Berdasarkan laporan tersebut, sistem yang dinamakan Cobros por Transferencia ini dijadwalkan mulai berlaku pada hari Senin tanggal 31 Agustus. Keputusan ini tetap dijalankan meski sebelumnya pihak industri perbankan dan penyedia layanan keuangan sempat meminta penundaan atas penerapan regulasi tersebut.
Dalam praktiknya, pihak peminjam dana wajib memberikan izin atau persetujuan secara tertulis agar sistem pendebetan otomatis dapat diaktifkan. Kendati demikian, nasabah tetap memiliki hak penuh untuk mencabut kembali otorisasi tersebut kapan saja sesuai kebutuhan mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGuna melindungi kondisi keuangan masyarakat dari risiko over-leasing, regulasi menetapkan bahwa besaran cicilan pinjaman harus memiliki nominal tetap serta tidak boleh melampaui batas maksimal 30 persen dari total penghasilan bulanan debitur.
Apabila dana pinjaman dialirkan ke rekening institusi perbankan yang berbeda dari pihak pemberi kredit, maka bank pemberi pinjaman tetap memiliki hak untuk menarik cicilan langsung dari rekening tujuan tersebut saat terjadi keterlambatan pembayaran.
Pihak kreditor diwajibkan untuk menyampaikan pemberitahuan kepada nasabah sehari sebelum proses penarikan dana dilakukan. Selain itu, aturan membatasi jumlah percobaan penarikan sebanyak satu kali inisiatif awal serta dua kali percobaan ulang guna mencegah praktik yang merugikan konsumen.
Meskipun regulasi ini dirancang untuk meredam risiko kredit macet non-bank, sejumlah institusi perbankan melayangkan kritik tajam karena menilai desain sistem masih memiliki banyak celah kelemahan. Sejumlah kendala teknis dan pembatasan instrumen investasi dikhawatirkan membuat efektivitas aturan ini tidak berjalan optimal di lapangan.