Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Studi Ungkap Vaksin Shingles Kurangi...
BERITA

Studi Ungkap Vaksin Shingles Kurangi Risiko Demensia Lansia

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 30 Agustus 2026
Studi ungkap vaksin shingles Shingrix hubungkan penurunan risiko demensia pada lansia

Studi ungkap vaksin shingles Shingrix hubungkan penurunan risiko demensia pada lansia

Vaksin shingles Shingrix terbukti menurunkan risiko demensia hingga 24 persen pada 509.926 orang dewasa lanjut usia di Amerika Serikat selama periode empat tahun.

Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Brown University dan diterbitkan dalam The Annals of Internal Medicine ini mengevaluasi rekam kesehatan elektronik serta klaim Medicare untuk pasien berusia 66 tahun ke atas.

Individu yang menerima setidaknya satu dosis vaksin rekombinan shingles tersebut mengalami penurunan relatif risiko demensia sebesar 24 persen dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima vaksin.

Kendati demikian, para peneliti mencatat bahwa temuan tersebut baru menunjukkan korelasi atau asosiasi, sehingga belum dapat membuktikan secara langsung bahwa vaksin tersebut berfungsi mencegah demensia.

Manfaat Tambahan Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Dr. Ajeet Sodhi, seorang ahli saraf klinis di Orlando, Florida, yang tidak terlibat dalam studi menyatakan bahwa hasil riset ini sejalan dengan beberapa literatur ilmiah independen lainnya.

"Ini mungkin studi ketiga atau keempat, dan semuanya menghasilkan kesimpulan yang sama," ujar Sodhi mengenai penurunan risiko gangguan kognitif tersebut.

Selain kaitan dengan kesehatan otak, literatur medis terbaru juga menunjukkan adanya manfaat kardiovaskular yang signifikan dari pemberian vaksin shingles.

"Ada studi yang diterbitkan minggu ini dan menunjukkan hasil bahwa vaksin shingles menghasilkan penurunan signifikan secara klinis pada insiden penyakit kardiovaskular serta serebrovaskular," kata Sodhi.

Penurunan risiko tersebut mencakup kejadian serangan jantung dan stroke yang sering kali berkaitan erat dengan timbulnya masalah vaskular pada otak manusia.

Meskipun demikian, fungsi utama dari vaksin yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention dalam dua dosis bagi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas tetaplah untuk mencegah infeksi virus varicella-zoster serta komplikasi nyeri saraf jangka panjang.

Topics
vaksin shingles demensia kesehatan lansia studi shingrix brown university stroke
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.