Sebagaimana diwartakan oleh media lokal Langgam.id, perjalanan membanggakan berhasil ditorehkan oleh Ulya Kireina Halim, siswi SMAN 2 Padang Panjang yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026.
Berdasarkan laporan media, remaja kelahiran Padang Panjang, 17 Oktober 2009, ini dipercaya bertugas dalam Pasukan 17 barisan keenam pada upacara pengibaran bendera di Istana Merdeka.
Ulya merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Bobby Halim dan Gustiya Khadrifa, di mana sang ibu berprofesi sebagai bidan dan ayahnya bekerja di sektor swasta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan Ulya, kecintaannya terhadap dunia baris-berbaris bermula ketika ia aktif mengikuti kegiatan kepramukaan saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
"Kalau untuk PBB, saya sudah mulai sejak SMP karena waktu itu ikut pramuka di sekolah," kenang Ulya menceritakan awal mula ketertarikannya.
Ketertarikan tersebut membawanya untuk menantang diri mengikuti seleksi Paskibraka jenjang SMA secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kota, hingga provinsi.
Ulya sukses melewati seleksi ketat tingkat Provinsi Sumatra Barat yang diikuti oleh 86 peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota sebelum akhirnya melenggang ke tingkat nasional.
"Sempat gugup, tetapi saya jadikan itu motivasi untuk terus berusaha dan percaya dengan proses," ungkapnya saat menceritakan perjuangannya menghadapi tahapan seleksi nasional.
Selama kurang lebih 45 hari pada masa pemusatan latihan menjelang Agustus 2026, Ulya bersama rekan-rekan perwakilan daerah lainnya digembleng kedisiplinan, fisik, serta mental.
Sebagai anggota keluarga pertama yang mencatatkan sejarah di ajang Paskibraka Nasional, Ulya berharap pencapaiannya dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua serta daerah asalnya.
Menatap masa depan, dara berusia 16 tahun ini bertekad untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi sekaligus mewujudkan cita-citanya menjadi seorang perwira Polri melalui Akademi Kepolisian.