Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Icuk Nugroho, Pemeran,...
BERITA

Profil Icuk Nugroho, Pemeran, Pelawak, dan Penulis Skenario Indonesia

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 24 Agustus 2026
Ilustrasi profil Icuk Nugroho atau Icuk Baros

Ilustrasi profil Icuk Nugroho atau Icuk Baros

Icuk Nugroho atau yang akrab disapa Icuk Baros merupakan seorang seniman, pelawak, aktor, dan penulis skenario berkebangsaan Indonesia. Beliau lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 28 April 1976 dan mendedikasikan sebagian besar hidupnya di dunia seni peran serta hiburan komedi.

Peran paling ikonik yang melambungkan namanya di kancah hiburan nasional adalah sebagai Saep, pemimpin komplotan pencopet dalam sinetron dan FTV Preman Pensiun. Melalui karakter tersebut, beliau berhasil mencuri perhatian penonton televisi dengan gaya komedi satir yang khas.

Sebelum meniti karier di layar kaca nasional, perjalanan hidup beliau diwarnai oleh berbagai profesi dan perjuangan dari bawah. Pengalaman panjang di sanggar seni lokal membentuk ketekunan dan kemampuannya dalam menciptakan karya-karya komedi yang menghibur.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai latar belakang kehidupan, awal mula perjalanan karier seni peran, serta berbagai pencapaian penting yang ditorehkan oleh Icuk Nugroho selama berkecimpung di industri hiburan Indonesia.

Latar Belakang dan Awal Karier

Icuk Nugroho lahir dan dibesarkan di wilayah Cimahi, yang pada masa lalu merupakan bagian dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Latar belakang kehidupannya yang bersahaja tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menggeluti dunia kesenian dan teater rakyat.

Sebelum terjun secara profesional ke dunia televisi, beliau pernah menjalani berbagai profesi untuk bertahan hidup, termasuk bekerja sebagai teknisi servis kompor gas. Pengalaman hidup di tengah masyarakat ini kemudian menjadi sumber inspirasi yang kaya dalam mengamati dinamika sosial masyarakat.

Keterlibatan awal beliau di dunia seni dimulai dari panggung-panggung lokal, sanggar seni daerah, serta aktif mengisi berbagai acara sebagai pembawa acara atau pengisi hiburan di wilayah Cimahi dan Bandung. Selain itu, beliau juga mengasah bakat menulisnya dengan merangkap sebagai penulis skenario untuk film pendek dan FTV.

Langkah awalnya di dunia akting profesional dimulai ketika beliau mengikuti seleksi pemeran di Jakarta dan sempat mendapatkan peran sebagai pemain figuran. Debut akting formalnya ditandai lewat keterlibatannya dalam FTV berjudul Gede Rasa yang ditayangkan di stasiun televisi regional PJTV.

Karier dan Pencapaian

Titik balik terbesar dalam perjalanan karier Icuk Baros terjadi pada tahun 2015 ketika beliau terpilih untuk membintangi serial televisi Preman Pensiun garapan Aris Nugraha. Karakter Saep yang diperankannya sebagai "Bos Copet" sukses besar dan menjadi salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah pertelevisian nasional.

Keberhasilan karakter tersebut berlanjut ke berbagai sekuel dan proyek turunan, di antaranya FTV Preman Pensiun: Sang Juara (2015), Preman Pensiun: Paket untuk Mengenang Kang Bahar (2017), Preman Pensiun: Kesempatan Kedua (2020), serta musim-musim lanjutan dari sinetron utamanya.

Melalui peran tersebut, beliau tidak hanya menghadirkan hiburan komedi semata, tetapi juga menyisipkan unsur edukasi dan kritik sosial mengenai kejahatan jalanan dengan pendekatan satir yang mudah diterima masyarakat. Kontribusinya memperkuat eksistensi seniman daerah yang mampu menembus industri hiburan nasional.

Icuk Nugroho mengabdikan diri di dunia hiburan hingga akhir hayatnya dan berpulang pada tanggal 20 Juni 2026 di RSUD Cibabat, Cimahi, pada usia 50 tahun. Warisan karya dan karakter ikonik yang beliau ciptakan akan terus dikenang oleh para penikmat seni peran di Indonesia.

Topics
icuk baros icuk nugroho pelawak indonesia preman pensiun aktor televisi
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.