Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil H. Mubarak (Kadir), Pelawak...
BERITA

Profil H. Mubarak (Kadir), Pelawak Legendaris dan Tokoh Srimulat Indonesia

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 24 Agustus 2026
H. Mubarak atau Kadir dalam acara penghargaan dunia komedi Indonesia

H. Mubarak atau Kadir dalam acara penghargaan dunia komedi Indonesia

H. Mubarak lahir di Lumajang, Jawa Timur, pada tanggal 3 September 1951, dan lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dengan nama panggung Kadir. Beliau merupakan seorang pelawak senior dan pemeran yang mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan dunia seni peran serta komedi tanah air. Namanya melekat erat dalam sejarah industri hiburan berkat konsistensinya di panggung pementasan tradisional hingga media televisi modern.

Peran dan kontribusi penting Kadir dalam dunia komedi Indonesia terlihat dari kemampuannya mengangkat ciri khas budaya lokal, seperti penggunaan logat dan aksen Madura yang ikonik. Karakter unik yang dibawakannya secara konsisten berhasil memikat hati penonton lintas generasi dan menjadi acuan dalam seni komedi karakter di Indonesia.

Latar belakang kehidupan masa kecilnya yang penuh perjuangan di Lumajang membentuk ketahanan mental yang kuat sebelum beliau memutuskan untuk merantau dan berkecimpung di industri hiburan profesional. Perjalanan panjang dari panggung pementasan rakyat hingga panggung nasional memperkokoh posisinya sebagai salah satu maestro komedi Indonesia.

Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai latar belakang awal kehidupan, riwayat perjalanan karier bersama kelompok legendaris Srimulat, hingga berbagai pencapaian serta penghargaan bergengsi yang telah diraih oleh Kadir sepanjang masa pengabdiannya.

Latar Belakang dan Awal Karier Panggung

Kadir menghabiskan masa mudanya dengan menghadapi berbagai tantangan hidup di daerah asalnya sebelum memutuskan untuk menggeluti dunia seni pertunjukan rakyat. Latar belakang keluarganya dengan darah keturunan Jawa dan Arab tidak menghalanginya untuk mendalami berbagai bentuk kesenian tradisional.

Pada era 1970-an, beliau mengawali langkah profesionalnya di dunia seni panggung dari bawah dengan bergabung dalam kelompok seni ludruk dan berbagai sandiwara tradisional lokal. Pengalaman berharga di panggung teater rakyat tersebut mengasah kemampuan improvisasi dan interaksi langsung dengan penonton.

Memasuki awal dekade 1980-an, langkah kariernya mengalami kemajuan signifikan ketika beliau diterima bergabung dengan grup lawak legendaris Srimulat, mulai dari cabang Surabaya hingga tampil di panggung terkenal Bale Kambang di Solo. Bergabungnya beliau dengan Srimulat menjadi batu loncatan besar dalam memperluas jangkauan penontonnya.

Transisi dari panggung tradisional menuju panggung hiburan yang lebih luas semakin matang ketika beliau memutuskan untuk hijrah ke ibu kota demi menguji kemampuan melawak di kancah nasional yang lebih kompetitif.

Karier Bersama Srimulat dan Pencapaian Puncak

Karier Kadir mencapai momentum penting pada tahun 1984 setelah hijrah ke Jakarta, di mana ia mendapatkan kesempatan emas tampil di TVRI dalam acara ulang tahun televisi nasional tersebut dengan memerankan tokoh seorang dukun selama lima menit. Penampilan singkat namun berkesan itu membuka pintu popularitas luas di hadapan pemirsa seluruh Indonesia.

Bersama sesama rekan anggota Srimulat yaitu Doyok, beliau membentuk sebuah duet pelawak yang sangat ikonik, populer, dan melegenda di dunia hiburan tanah air. Duet tersebut turut merambah dunia perfilman komedi layar lebar era 1980-an hingga 1990-an, di antaranya membintangi film populer seperti Cintaku di Rumah Susun pada tahun 1987.

Kontribusi besar Kadir dalam melestarikan dan mengembangkan seni komedi tradisional berbalut modern terus berlanjut sepanjang dekade perfilman dan pertelevisian Indonesia. Gaya lawakan khas dengan mimik wajah ekspresif dan logat Madura yang konsisten menjadikannya salah satu figur paling dikenang dalam sejarah komedi nasional.

Atas dedikasi, konsistensi, dan pengabdian panjangnya di dunia seni peran serta komedi, Kadir dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai Seniman Komedi Pengabdian Seumur Hidup Terpilih pada ajang Anugerah Komedi Indonesia tahun 2025.

Topics
tokoh pelawak srimulat aktor profil tokoh
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.