Kecamatan Limbangan di Kabupaten Garut menyimpan sebuah surga kuliner legendaris yang kerap menjadi persinggahan favorit para pelancong, yakni Mi Kocok Ibu Eni.
Berdasarkan laporan media, lapak sederhana yang terletak di pintu timur Masjid Agung Limbangan ini selalu berhasil menggugah selera berkat aroma kaldu sapinya yang khas dan menggoda.
Keistimewaan sajian ini terletak pada mi kuning buatan rumah yang dipadukan dengan tauge segar serta limpahan potongan kikil sapi yang dimasak hingga empuk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengelola Mi Kocok Ibu Eni, Agus Amarulloh, mengungkapkan bahwa kunci kelezatan hidangan tersebut berasal dari proses pengolahan yang teliti.
"Kaki sapinya digodok selama mungkin sehingga aromanya keluar dan lembut di mulut," ujar Agus.
Mengutip keterangan pengelola, kuah kaldu gurih yang berpadu dengan kikil lembut semakin sempurna ketika ditambahkan kucuran jeruk nipis dan sambal racikan khas.
Selain kikil, warung yang telah berdiri sejak tahun 2005 ini juga menawarkan berbagai pilihan pendamping seperti bakso sapi halus dan tahu.
Yeni Mulyani bersama suaminya telah mempertahankan konsistensi rasa kuliner legendaris ini selama lebih dari dua dekade di tengah ketatnya persaingan kuliner modern.
"Mi kocok ini sudah ada sejak tahun 2005. Dulu kami jualan dari harga masih Rp 8 ribu per porsi," kenang Agus menceritakan perjalanan usahanya.
Saat ini, seporsi kelezatan mi kocok legendaris tersebut dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp 20 ribuan saja.
Bagi para pelancong yang melintasi jalur Limbangan, warung ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB untuk memanjakan lidah sebelum melanjutkan perjalanan.