Sebagaimana diwartakan oleh media internasional The Guardian, seorang wanita berusia nyaris satu abad bernama Gabriele Keenaghan bersiap untuk melakukan perjalanan emosional kembali ke kota kelahirannya di Wina, Austria. Di usianya yang telah menginjak satu abad, ia berencana mengunjungi kembali stasiun kereta Westbahnhof, tempat di mana ia terakhir kali melihat keluarganya saat dievakuasi dari rezim Nazi pada tahun 1939.
Mengenang masa lalunya, Keenaghan menceritakan saat-saat menegangkan ketika ia harus meninggalkan keluarganya dalam usia 12 tahun tanpa diizinkan untuk menangis di hadapan para tentara berseragam hitam. Perjalanan evakuasi melalui program Kindertransport tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 10.000 anak Yahudi ke Inggris, meskipun ia harus kehilangan sang ayah yang dideportasi dan dibunuh di kamp konsentrasi.
Setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai seorang pendidik dan meraih penghargaan atas jasanya dalam pendidikan Holocaust, perjalanan kali ini didedikasikan untuk mengenang sejarah hidupnya yang luar biasa. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk bantuan jet pribadi setelah penerbangan komersial dibatalkan, membuat perjalanan lintas generasi ini menjadi momen penutup yang sangat berarti bagi perayaan ulang tahun kesatus tahunnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe