Keluarga dari mendiang Stacy Hunter, korban pembunuhan tragis yang terjadi di wilayah Renfrewshire, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap sistem peradilan yang dinilai telah gagal melindungi orang tercinta mereka. Sebagaimana diwartakan, korban ditemukan meninggal dunia di sebuah pondok di desa Houston pada Juli lalu, beberapa pekan setelah suaminya yang terasing dibebaskan dengan jaminan meskipun berhadapan dengan tuduhan kekerasan.
Ibu kandung korban, Ann Hunter, bersama saudaranya dengan tegas menyuarakan desakan agar pemerintah memberlakukan skema pemantauan elektronik berbasis GPS khusus bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Mereka meyakini bahwa nyawa Stacy mungkin masih bisa diselamatkan seandainya pelaku dipasangi alat pemantau lokasi yang dapat menciptakan zona aman bagi korban. "Dia seharusnya tidak pernah diizinkan keluar dengan jaminan, dan setidaknya jika dia dilepaskan, harus ada pengawasan ketat GPS untuk memantau keberadaannya," ungkap Ann Hunter mengutip laporan media setempat.
Kasus memilukan ini bermula ketika pelaku, Jim Mair, sempat dihadirkan di Pengadilan Sherif Paisley atas dakwaan penyerangan terhadap istrinya. Kendati demikian, pengadilan saat itu memutuskan untuk memberikan penangguhan penahanan yang berujung pada petaka maut bagi ibu tiga anak tersebut. Pihak keluarga kini berjuang keras mendukung petisi pembatasan ruang gerak bagi para pelaku kekerasan agar tragedi serupa tidak kembali terulang pada korban-korban lainnya di masa mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi desakan publik yang kian meluas, First Minister Skotlandia John Swinney menyatakan akan segera mengkaji secara serius usulan penerapan aturan pemantauan GPS bagi pelaku KDRT yang dikenal luas sebagai usulan undang-undang Stacy. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memimpin upaya pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di tengah masyarakat. Di sisi lain, pihak kejaksaan dan lembaga peradilan setempat menyampaikan duka cita mendalam serta membuka ruang bagi keluarga untuk mendiskusikan proses penanganan hukum yang telah berjalan.