Sebagaimana diwartakan oleh media Brasil Correio Braziliense, atlet kano andalan Brasil Isaquias Queiroz berhasil membalikkan keadaan secara dramatis dalam ajang Kejuaraan Dunia Canoeing Kecepatan yang berlangsung di Pozna, Polandia. Hanya berselang kurang dari 24 hari atau tepatnya sehari setelah menempati posisi kesembilan dan juru kunci di final nomor C1 1.000m, atlet berusia 32 tahun itu langsung memberikan jawaban telak melalui penampilan gemilang di nomor C1 500m.
Berdasarkan laporan pertandingan, Isaquias melintasi garis finis dengan catatan waktu 1 menit 46 detik 08 untuk mengamankan podium tertinggi. Medali perシルバー atau perak diraih oleh wakil Republik Ceko Martin Fuksa dengan catatan waktu 1 menit 46 detik 32, sementara medali perunggu diamankan oleh atlet asal China Ji Bowen yang membukukan waktu 1 menit 47 detik 10 di perairan Danau Malta.
Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa mengingat persiapan sang atlet sempat terganggu oleh berbagai kendala fisik yang cukup berat menjelang kompetisi bergengsi tingkat global ini. Mengutip wawancara dari SporTV, Isaquias mengakui bahwa tahun ini perjalanannya tidak mudah karena ia harus menjalani operasi mata kanan serta pemulihan cedera pinggul yang membatasi porsi latihan larinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Medali tidak didapat kemarin, tetapi saya datang dengan segala kemampuan. Persiapan kami memang jauh dari ideal, namun kehidupan seorang atlet memang seperti ini. Satu hari kita merasa baik, hari berikutnya bisa buruk," ungkap Isaquias Queiroz mengomentari performa naik turun yang ia alami di lintasan perlombaan.
Sebelumnya pada hari Jumat, peraih medali Olimpiade itu sempat terpuruk di posisi terakhir pada final nomor 1.000m akibat tertinggal sejak awal start dan masalah kurangnya ritme kompetitif setelah absen dari kejuaraan dunia tahun sebelumnya karena terserang flu berat. Kendati demikian, mental juara membawanya bangkit untuk mendominasi nomor 500m yang memang menjadi salah satu keahlian utamanya sejak dulu.
Tambahan medali emas di Polandia ini sekaligus memperpanjang rekor impresif sang legenda kano dengan mengoleksi total 15 medali sepanjang keikutsertaannya di ajang Kejuaraan Dunia. Selain kejayaan Isaquias, kontingen Brasil turut berbangga atas pencapaian Luis Carlos yang meraih perak di nomor KL1m 200m, serta Fernando Rufino dan Igor Tofalini yang masing-masing menyumbangkan medali perak dan perunggu pada nomor VL2M 200m.