Sebagaimana diwartakan oleh media Swedia Göteborgs-Posten, suasana duka menyelimuti warga Norwegia setelah pihak istana mengumumkan kepergian sang penguasa. Suasana haru tampak jelas ketika masyarakat mulai berkumpul di luar istana kerajaan di Oslo untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai kakek dari seluruh rakyat Norwegia tersebut.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Raja King Harald V sempat menjalani perawatan intensif selama sepuluh hari di Rikshospitalet, Oslo. Berdasarkan laporan media setempat, sejumlah anggota keluarga kerajaan terlihat mendatangi rumah sakit pada hari Kamis guna mendampingi sang raja di saat-saat terakhirnya.
Kepergian penguasa yang telah memimpin selama 36 tahun ini terjadi di tengah berbagai cobaan dan drama yang melanda keluarga kerajaan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari masalah kesehatan hingga sejumlah kontroversi yang melibatkan kerabat dekat sempat mengguncang stabilitas istana di mata publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun diterpa berbagai ujian berat, pakar kerajaan Ebba Kleberg von Sydow menilai bahwa sang raja tetap berhasil mempertahankan kepercayaan rakyatnya. Menurut laporan media, kedekatan emosional tersebut terjalin berkat karakter hangat, stabilitas kepemimpinan, serta selera humor tinggi yang kerap ditunjukkan oleh mendiang.
Kematian seorang penguasa secara otomatis mengalihkan tongkat estafet kepemimpinan kepada putra mahkota tanpa jeda waktu. Sebagaimana dijelaskan dalam laporan tersebut, kini tanggung jawab besar berada di pundak Putra Mahkota Haakon untuk memimpin monarki Norwegia ke depan.
Kehadiran sosok sang raja semasa hidupnya dinilai telah berhasil meruntuhkan batasan kaku antara bangsawan dan rakyat jelata melalui pendekatan yang humanis. Mengutip pernyataan para pengamat, mendiang berhasil menjadikan institusi monarki terasa jauh lebih dekat dan membumi bagi setiap warga.