Sebagaimana diwartakan oleh Jambi Independent, kabut asap tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Kondisi kualitas udara di Kabupaten Tebo dan Kabupaten Muarojambi pada Rabu (26/8) dilaporkan berada pada level yang sangat mengkhawatirkan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan laporan media, di kawasan Muaratebo, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan mencapai angka 343 pada Rabu sore. Partikel PM2.5 terdeteksi menjadi parameter pencemar kritis dalam pengukuran tersebut yang mengindikasikan polusi udara sudah masuk kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.
Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Tebo Agus Rubiyanto menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan kualitas udara secara berkala. "Untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Tebo selalu memonitor setiap jam kondisi udara di Kabupaten Tebo, meski sebelumnya alat ISPU Tebo sempat mengalami kerusakan," ujar Agus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan data terkini, lonjakan angka pencemaran ini dipicu oleh puluhan titik api yang tersebar di wilayah Tebo. Tercatat ada sekitar 78 titik api yang terpantau dan turut memengaruhi kualitas udara secara drastis di daerah tersebut.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Tebo berencana segera menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rapat tersebut guna merumuskan langkah taktis penanganan darurat termasuk opsi peliburan sekolah jika kondisi udara semakin memburuk. "Nanti kita rapat sama Forkopimda, apakah akan diliburkan bagi anak-anak sekolah. Itu nanti keputusan rapat koordinasi," pungkasnya.